Sekilas Tentang Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR)
1.
Model PKR
menurut Katz
Model pertama Combine grades atau juga
dikatakan sebagai combined classess, dimana dalam satu kelas terdapat
lebih dari satu tingkatan kelas
anak. Membagi kelas menjadi
beberapa bagian sesuai dengan
tuntutan kurikulum untuk beberapa tingkatan
atau hanya dua
tingkatan. Tujuan utamanya
adalah untuk memaksimalkan kemampuan
siswa dan pemahaman
lingkungan juga meningkatkan sikap
dan pengalaman dalam
kelompok-kelompok umur yang berbeda.
Model kedua
Continuous progrees, model ini
berupa kelompok anak dengan pencapaian kurikulum
yang tinggi dimana
proses belajar mengajar
melihat keberlanjutan pengalaman dan
tingkat perkembangan anak,
dalam model ini setiap
anak berkesempatan untuk
terus berkelanjutan dalam
mengikuti setiap tingkatan kelas
sesuai dengan lama
sekolah, tujuannya adalah
setiap anak berkesempatan untuk
memperoleh keuntungan dari
perbedaan umur dan perbedaan sikap dan kemampuan ketika
belajar bersama.
Model ketiga
mixed age/multiage grouping,
dimana proses pembelajaran
dan praktek kurikulum memaksimalkan keuntungan dari berinteraksi dan
bekerjasama dari beragam umur. Dalam
model ini grup dibuat secara fleksibel
atau proses re gruping anak dibuat dalam kelompok umur, jenis kelamin,
kemampuan, mungkin terjadi satu guru mengajar untuk lebih dari satu tahun.
2.
Persamaan dan
Perbedaan ketiga model tersebut
Persamaan : setiap model di atas memiliki persamaan yaitu
sama-sama dikelompokan berdasarkan perbedaan umur pesera didik, sama-sama untuk
memaksimalkan kemampuan peserta didik agar mampu mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditentukan.
Perbedaan : dari ketiga model diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa terdapat perbedaan dilihat dari tujuan yang hendak dicapai oleh
masing-masing model tersebut yaitu , Combine grades tujuan utamanya adalah untuk memaksimalkan kemampuan
siswa dan pemahaman
lingkungan juga meningkatkan sikap
dan pengalaman dalam
kelompok-kelompok umur yang berbeda. Continuous progrees tujuannya adalah
setiap anak berkesempatan untuk
memperoleh keuntungan dari
perbedaan umur dan perbedaan sikap dan kemampuan ketika
belajar bersama. mixed age bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan
dari berinteraksi dan bekerjasama dengan beragam umur.
3. Yang lebih cocok
diterapkan di Indonesia adalah model PKR mixed age/multiage grouping karena
model ini selain mengelompokan berdasarkan perbedaan umur juga mengalompokan
berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan siswa, sehingga memberikan kesempatan
kepada anak untuk belajar tanpa rasa
takut dan salah,
siswa disediakan kegiatan
dengan berbagai jenis, dengan
model ini memungkinkan
anak dapat belajar
tentang aspek sosial, pemahaman tentang
diri dan orang
lain, kepercayaan diri
dan konsep diri, partisipasi anak
dalam kelompok, pada
akhirnya dapat meningkatkan
hubungan sosial dan pertemanan,
tidak ada titik
signifikansi antara kelompok
umur tertentu dengan beragam umur dalam pencapaian prestasi di kelas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar