Senin, 22 Januari 2018

Model PKR, persamaan dan perbedaannya

Sekilas Tentang Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR)
1.      Model PKR menurut Katz
Model pertama Combine grades atau  juga dikatakan sebagai  combined  classess, dimana dalam satu kelas terdapat lebih dari  satu tingkatan kelas anak.  Membagi kelas  menjadi  beberapa  bagian sesuai dengan tuntutan kurikulum untuk beberapa tingkatan  atau  hanya  dua  tingkatan.    Tujuan  utamanya  adalah  untuk memaksimalkan  kemampuan  siswa  dan  pemahaman  lingkungan  juga meningkatkan  sikap  dan  pengalaman  dalam  kelompok-kelompok  umur  yang berbeda. 
Model  kedua  Continuous  progrees,  model  ini  berupa  kelompok  anak  dengan pencapaian  kurikulum  yang  tinggi  dimana  proses  belajar  mengajar  melihat keberlanjutan  pengalaman  dan  tingkat  perkembangan  anak,  dalam  model  ini setiap  anak  berkesempatan  untuk  terus  berkelanjutan  dalam  mengikuti  setiap tingkatan  kelas  sesuai  dengan  lama  sekolah,  tujuannya  adalah  setiap  anak berkesempatan  untuk  memperoleh  keuntungan  dari  perbedaan  umur  dan perbedaan sikap dan kemampuan ketika belajar bersama. 
Model  ketiga  mixed  age/multiage  grouping, dimana  proses  pembelajaran  dan praktek kurikulum memaksimalkan keuntungan dari berinteraksi dan bekerjasama dari  beragam umur.  Dalam  model  ini  grup dibuat secara  fleksibel  atau proses re gruping anak dibuat dalam kelompok umur, jenis kelamin, kemampuan, mungkin terjadi satu guru mengajar untuk lebih dari satu tahun. 
2.      Persamaan dan Perbedaan ketiga model tersebut
Persamaan : setiap model di atas memiliki persamaan yaitu sama-sama dikelompokan berdasarkan perbedaan umur pesera didik, sama-sama untuk memaksimalkan kemampuan peserta didik agar mampu mencapai tujuan pembelajaran yang  telah ditentukan.
Perbedaan : dari ketiga model diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan dilihat dari tujuan yang hendak dicapai oleh masing-masing model tersebut yaitu , Combine grades tujuan  utamanya  adalah  untuk memaksimalkan  kemampuan  siswa  dan  pemahaman  lingkungan  juga meningkatkan  sikap  dan  pengalaman  dalam  kelompok-kelompok  umur  yang berbeda. Continuous  progrees tujuannya  adalah  setiap  anak berkesempatan  untuk  memperoleh  keuntungan  dari  perbedaan  umur  dan perbedaan sikap dan kemampuan ketika belajar bersama.  mixed  age bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dari berinteraksi dan bekerjasama dengan beragam umur.
3.   Yang lebih cocok diterapkan di Indonesia adalah model PKR mixed age/multiage grouping karena model ini selain mengelompokan berdasarkan perbedaan umur juga mengalompokan berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan siswa, sehingga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar tanpa rasa  takut  dan  salah,  siswa  disediakan  kegiatan  dengan  berbagai  jenis, dengan  model  ini  memungkinkan  anak  dapat  belajar  tentang  aspek  sosial, pemahaman  tentang  diri  dan  orang  lain,  kepercayaan  diri  dan  konsep  diri, partisipasi  anak  dalam  kelompok,  pada  akhirnya  dapat  meningkatkan  hubungan sosial  dan  pertemanan,  tidak  ada  titik  signifikansi  antara  kelompok  umur tertentu dengan beragam umur dalam pencapaian prestasi di kelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODEL WEBBED